Senin, 23 April 2012

PENGANTAR PROSES MANAJEMEN KEPERAWATAN


BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant & Massey, 1999 dalam Nursalam, 2002). Sedangkan manajemen keperawatan adalah suatu proses bekerja melalui anggota staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan yang professional. Di sini manajer keperawatan dituntut untuk merencanakan, mengorganisir, memimpin dan mengevaluasi sarana dan prasarana yang tersedia untuk dapat memberikan asuhan keperawatan yang seefektif dan seefisien mungkin bagi individu, keluarga dan masyarakat.
Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan sebagai satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara professional, sehingga diharapkan keduanya dapat saling menopang. Sebagaimana proses keperawatan, dalam manajemen keperawatan terdiri dari : pengumpulan data, identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi hasil. Karena manajemen keperawatan mempunyai kekhususan terhadap mayoritas tenaga dari seorang pegawai, maka setiap tahapan didalam proses manajemen lebih rumit jika dibandingkan dengan proses keperawatan.

  1. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam keperawatan untuk membentuk asuhan keperawatan yang sistematis diperlukan sebuah proses manajemen yang meliputi pengkajian, diagnosa (perumusan masalah), perencanaan, implementasi, dan evaluasi agar sistem tersebut lebih teratur dan terstruktur sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, penulis membuat makalah ini agar kedepannya mahasiswa mampu mengatur sistem pelayanan keperawatan yang efektif dan efisien.


  1. Tujuan Pembelajaran
1.      Mahasiswa mampu mengetahui definisi manajemen
2.      Mahasiswa mampu mengetahui teori manajemen
3.      Mahasiswa mampu menyebutkan fungsi-fungsi manajemen
4.      Mahasiswa mampu menerapkan prinsip umum dalam manajemen keperawatan
5.      Mahasiswa mampu menjelaskan proses manajemen keperawatan


BAB II
ISI
Konsep dan Proses Manajemen Keperawatan

A.      Definisi Manajemen
Manajemen menurut George R. Terry dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pelaksanaan, dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi (Grant & Massey, 1999 dalam Nursalam, 2002).

B.       Teori Manajemen
1.      Teori Manajemen Klasik
a)      Robert Owen (1771) meneliti tentang kuantitas dan kuatitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak manajemen personalia.
b)      Charles Babbage (1792-1871)
Beliau adalah seorang professor matematika dari Inggris yang menaruh perhatian pada operasi-operasi pabrik yang dapat dilakukan secara efisien. Dia percaya bahwa aplikasi prinsip-prinsip ilmiah pada proses kerja akan menaikkan produktivitas dari tenaga kerja dan menurunkan biaya, karena pekerjaan-pekerjaan dilakukan secara efektif dan efisien. Dia menganjurkan agar para manager bertukar pengalaman dan dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen perhatiannya diarahkan dalam hal pembagian kerja (devision of labour).



2.      Teori Manajemen Ilmiah
a)      Frederick Winslow Taylor (1900)
Taylor dikenal sebagai Bapak manajemen ilmiah. Ia menerapkan cara-cara ilmu pengetahuan di dalam memecahkan permasalahan-permasalah yang ada dalam perusahaan. Dari hasil penelitian dan analisanya ditetapkan beberapa prinsip yang menggantikan prinsip lama yaitu sistem coba-coba (trial and error). Taylor mengemukakan 4 prinsip scientific management, yaitu :
-          Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode ilmu pengetahuan di setiap unsur kegiatan.
-          Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu, selanjutnya memberikan pelatihan dan pendidikan pada pekerja
-          Setiap pekerja harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan dalam menjalankan tugasnya
-          Harus dijalin kerjasama yang baik antara pimpinan dan pekerja

b)      Henry Laurence Gantt (1861-1919)
Henry merupakan asisten dari Taylor yang perhatiannya pada unsur manusia dalam menaikkan produktifitas kerjanya. Adapun gagasan yang dicetuskan yaitu :
-          Kerjasama yang saling menguntungkan antara manager dan tenaga kerja untuk
mencapai tujuan yang sama
-          Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja
-          Membayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus
-          Penggunan instruksi kerja yang terperinci

c)      Harrington Emerson (1853-1951)
Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, diaman dari hasil penelitiannya menunjukkan kebenaran prinsip bahwa uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Dikemukakan 12 prinsip efisiensi untuk mengatasi pemborosan dan ketidakefisienan, yaitu :
-          Clearly defined ideals
-          Common sense
-          Competent causal
-          Dicipline
-          The fair deal
-          Reliable
-          Give an order, planning and scheduling
-          Schedule, standard working and time
-          Standard condition
-          Standard operation
-          Written standard practice instruction
-          Efisiensi reward

d)     Hanry Fayol (1841-1925)
Ia mengemukakan hal yang sama dengan Taylor bahwa ada prinsip-prinsip manajemen tertentu yang harus diajarkan dan dipelajari oleh manager dan karyawan. Fayol membagi manajemen menjadi 5 unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan. Fungsi ini dikenal sebagai fungsionalisme. Henry Fayol mengemukakan 14 prinsip manajemen, yaitu :
-          Devision of work
-          Authority and responsibility
-          Dicipline
-          Unity of command
-          Unity of direction
-          Subordination of individual interest to generate interest
-          Renumeration
-          Centralization
-          Scaler Chain
-          Order
-          Equity
-          Stability of tonure of personel
-          Initiative
-          Esprit the corps

3.      Aliran hubungan manusiawi
a)      Hugo Munsterberg (1863-1916)
Hugo menguraikan bahwa untuk mencapai tujuan produktifitas harus melakukan tiga cara utama yaitu penemuan best possible person, penciptaan best possible work dan pengguanan best possible effect
b)      Elton Mayo (1880-1949)
Mayo mengadakan penelitian pertama tentang pengaruh kondisi penerangan terhadap produktivitas. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa bila kondisi oenerangan naik, maka produktivitas akan naik dan sebaliknya. Penelitian kedua, diman bila kelompok yang terdiri dari 6 orang dipisahkan dalam ruangan yang terpisah, diamana ruangan pertama kondisinya diubah setiap waktu sedangkan ruangan lainnya tidak mengalami perubahan (upah, jam istirahat, jam makan, hari kerja). Dari hasil penelitiannya ternyata kedua kondisi tersebut mengalami kenaikan produktivitas dan dapat disimpulkan bahwa kanaikan priduktivitas bukan diakibatka oleh intensif keuangan.
4.      Aliran hubungan modern (ilmu pengetahuan)
Ditandai dengan pandangan dan pendapat baru mengenai perilaku dan sistem, yaitu :
a)      Dougles McGregor
b)      Frederick Herzberg
c)      Chris Argiris 
d)     Edgar Schein
e)      Abraham Maslow
f)       Robert Blak dan jane Mouton
g)      Fred Feidler

C.       Fungsi-Fungsi Manajemen
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Penggerak (Actuating)
4.      Pengendalian/Pengawasan (Controlling)
5.      Penilaian (Evaluation)

D.      Prinsip-Prinsip Umum Manajemen Keperawatan
1.      Berlandaskan perencanaan
2.      Penggunaan waktu yang efektif
3.      Melibatkan pengambilan keputusan
4.      Memenuhi kebutuhan askep pasien sebagai tujuan dari proses keperawatan
5.      Manajemen keperawatan harus terorganisir
6.      Pengarahan yang meliputi pendelagasian, supervisi, koordinasi, dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah terorganisir
7.      Memottivasi karyawan untuk memperlihatkan kinerja yang baik
8.      Manajemen keperawatan menggunakan komunikasi yang efektif
9.      Pengembangan staf untuk meningkatkan pengetahuan karyawan
10.  Pengendalian meliputi penilaian, pemberian instruksi, dan menetapkan prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan

E.       Proses Manajemen Keperawatan
1.    Pengkajian - Pengumpulan data
Pada tahap ini seorang manajer dituntut tidak hanya mengumpulkan informasi tentang keadaan pasien, melainkan juga mengenal intitusi (Rumah Sakit/ Puskesmas), tenaga keperawatan, administrasi, dan bagian keuangan yang akan mempengaruhi fungsi organisasi keperawatan secara keseluruhan.   
Manajer perawat yang efektif harus mampu memanfaatkan proses manajemen dalam mencapai sutu tujuan melalui usaha orang lain. Bila ia memimpin anggota staf, maka manajer harus bertindak secara terencana dan efektif serta mampu menjalankan perkerjaan bersama dengan para perawat dari beberapa level hirarki serta didasarkan pada informasi penuh dan akurat tentang apa yang perlu dan harus diselesaikan, dengan cara dan alasan apa, tujuan dan sumberdaya apa yang tersedia untuk melaksanakan rencana itu. Selanjutnya, manajer yang efektif harus mampu mempertahankan suatu level yang tinggi bagi efisiensi pada salah satu bagian dengan cara menggunakan ukuran pengawasan untuk mengidentifikasi masalah dengan segera, dan setelah mereka terbentuk kemudian dievaluasi apakah rencana tersebut perlu diubah atau prestasi karyawan yang perlu dikoreksi.
Proses adalah suatu rangkaian tindakan yang mengarah pada suatu tujuan. Didalam proses keperawatan, bagian akhirmungkin sebuah pembebasan dari gejala, eliminasi resiko, pencegajhan komplikasi, argumentasi pengetahuan atau keterampilan kesehatan dan kemudahan dari kebebasan maksimal. Didalam proses manajemen keperawatan, bagian akhir adalah perawatan yang efektif dan ekonomis bagi semua anggota kelompok pasien.
 
Data-data yang perlu dikumpulkan oleh perawat pada tingkat pelayanan di ruangan atau bagian sebagaimana pendekatan sistem yang disampaikan oleh Gillies (1989 dalam Nursalam 2008).


2.    Perencanaan
Perencanaan dimaksud untuk menyusun suatu perencanaan yang strategis dalam smencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Perencanaan disini dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan dalam asuhan keperawatan kepada semua pasien, menegakkan tujuan, mengalokasikan anggaran belanja, memutuskan ukuran dan tipe tenaga keperawatan yang dibutuhkan, membuat pola struktur organisasi yang dapat mengoptimalkan efektifitas staf serta menegakkan kebijaksanaan dan prosedur operasional untuk mencapai visi dan misi intitusi yang telah ditetapkan.

3.    Pelaksanaan
Karena manajemen keperawatan memerlukan kerja melalui orang lain, maka tahap implementasi didalam proses manajemen terdiri dari dan bagaimana memimpin orang lain untuk menjalankan tindakan yang telah di rencanakan. Fungsi kepemimpinan dapat di bagi lagi dalam komponen fungsi yang terdiri atas kepemimpinan, komunikasi dan motivasi.

4.    Evaluasi
Tahap akhir dari proses manajerial adalah mengevaluasi seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Tujuan evaluasi di sini adalah untuk menilai seberapa jauh staf mampu melaksanakan perannya sesuai dengan tujuan organisasi yang telah di tetapkan serta mengidentifikasi faktor- faktor yang menghambat dan mendukung dalan pelaksanaan. 

Lampiran Sistem Manajemen Keperawatan Pada Tingkat Ruangan.
Pengumpulan data pasien
Masukan
Proses
Keluaran
Data dari:
·      Laporan tahunan
·      Laporan statistik bulanan
·      Laporan staf dokter
·      Laporan audit keprawatan
·      Studi kasus pasien
·      Grafik pasien
·      Wawancara pasien
Pemprosesan data pasien dengan:
·      Bacaan
·      Diskusi
·      Komputer
·      Perbandingan statistik
·      Dengan statistik nasional dan regional.
Hasil dari pemprosesan data pasien:
Sensus pasien harian
·      Bagian dari sensus total pasien terdiri atas pasien ditiap klinik atau kelompok diagnistik
·      Rerata lamanya masa inap
·      Timbulnya bermacam komplikasi
·      Presentase permohonan perawatan



Pengumpulan data pegawai / staf
Masukan
Proses
Keluaran
Data dari :
·      Arip personalia
·      Wawancara karyawan
·      Evaluasi prestasi
·      Catatan konseling
·      Catatan kedisiplinan
·      Riwayat personali
·      Persentase kehadiran dan pergantian
·      Catatan pendidikan
·      Wawancara keluar
·      Jabatan yang sama
·      Laporan kelayakan
Pemprosesan data karyawan dengan:
·      Bacaan
·      Wawancara
·      Diskusi dengan pasien
·      Observasi kerja karyawan
·      Konsultasi dengan teman sekerja
·      Perbandingan statitik regional atau nasional
Hasil dari pemprosesan data :
·      Pengetahuan tentang angka senioritas
·      Latar belakang pendidikan
·      Latar belakang pengalaman
·      Bakat keahlian
·      Catatan kehadiran
·      Angka pergantian
·      Tingkat keterampilan
·      Aspirasi keahlian
·      Kemampuan sosial
·      Kepekaan terhadap :
§   Nilai nialai
§   Rasa takut
§   Penilakan
§   Kekuatan
§   Kelemahan
§   Kecurigaan mengenai
§   Faktor-faktor motivasi
§   Pengaruh dinamika kelompok
§   Metoda pendidikan
§   Resiko dan hambatan kerja


Pengumpulan data tentang kepemimpinan
Masukan
Proses
Keluaran
·      Keterampilan komunikasi
·      Daya tarik pribadi
·      Kekuatan posisi
·      Keahlian keperawatan
·      Keterampilan memecahkan masalah
·      Penugasan
·      Penyampaian informasi
·      Pengarahan
·      Pengawasan
·      Motivasi
·      Pembinaan
·      Perawatan pasien yang efektif
·      Perwujudan diri pegawai
·      Konstribusi yang signifikan terhadap pengetahuan dan teknik keperawatan melalui kemanjuran praktik dan penelitian


Pengumpulan data jaminan kualitas pelayanan keperawatan
Masukan
Proses
Keluaran
·      Standar waktu inap untuk bermacam diagnosis
·      Kriteria audit.
·      Standar latihan keperawatan
·      Kebijakan
·      Administrative
·      Prosedur keperawatan
·      Formulir survey jaminan kesehatan
·      Obsevasi terhadap perawat memberikan perawatan
·      Perbandingan catan grafik dengan standar perawatan yang telah ditetapkan
·      Survey analitis terhadap daerah pelayanan pasien
·      Tinjauan statistik kelahiran dan kematian
·      Review kelompok rekan sebaya
·      Analisis angka kelangsungan hidup, angka penderita komplikasi, statistik lamanya rawat inap.
·      Analisis terhadap wawancara pasien atau tangapan tanggapan dari kusisioner
Informasi digunakan untuk:
Perbaikan terhadap:
·      Kebijakan administratif
·      Standar keperawatan
·      Prosedur keperawatan
·      Diskripsi tugas
·      Upaya perbaikan instruksi terhadap anggota staf keperawatan
·      Prestasi konseling dari anggota staf keperawatan
·      Pendisiplinan karyawan yang tidak disiplin.
      
F.        Proses Manajemen
1.    Konsep
Secara garis besar, konsep terbagi lagi menjadi beberapa pengertian :
a)    Konsep kualitas
Dalam konsep ini, organisasi mementingkan kualitas yang mampu memasuki pasar, dan dengan demikian harus mementingkan kepuasan pelanggan.
b)   Konsep manajemen
Dalam konsep manajemen bukan hanya manager, melainkan semua personel, bertugas melakssnakan manajemen menggunakan fakta, dan manajemen dengan siklus PDCA (plan do check act).
c)    Konsep proses
Dalam konsep proses, siapa pun yang akan melakukan tindak lanjut rangkaian kegiatan, harus dianggap pelanggan yang harus dipuaskan. Pengendalian proses juga lebih diutamakan agar kesalahan kualitas dapat dihindari.
d)   Konsep standarisasi
Dalam konsep standarisasi, semua pelaksanaan pekerjaan berpangkal pada standar, seperti standar prosedur, standar kualitas, dan standart kompetensi.
e)    Konsep human respect
Dalam konsep human respect, manusia seutuhnya perlu dihormati untuk menumbuhkan motivasi.
f)    Konsep quality assurance
Dalam konsep quality assurance, keikutsertaan pegawai tercermin dari kegiatan dalam gugus kendali mutu (quality circle).
g)   Konsep manajemen jepang
Secara garis besar konsep manajemen Jepang dapat digunakan untuk memilih karakteristik calon karyawan, melatih karyawan baru, mengenalkan organisasi, merotasi karyawan diberbagai unit, mengambil keputusan secara kolektif (kelompok kerja), dan motivasi karyawan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.
2.    Administrasi
Manajemen akan selalu berhubungan dengan administrasi. Administrasi dalam arti sempit adalah clerical works atau ketatausahaan, surat-menyurat, pembukuan,  arsip, dll. Administrasi dalam arti luas adalah kegiatan sekelompok orang yang bekerja sama untuk mencapai satu tujuan yang telah ditentukkan.
3.    Hubungan administrasi dan manajemen
Ada beberapa bagian (break through) yang menjadi dasar dalam hubungan administarsi dan manajemen. Tiap bagian tersebut mempunyai posisi masing-masing, tetapi pada intinya terdapat dalam satu ruang lingkup.

BAB III
PENUTUP

  1. Kesimpulan
            Manajemen merupakan suatu pendekatan yang dinamis dan proaktif dalam menjalankan suatu kegiatan di organisasi. Dimana dalam manajemen tersebut mencakup kegiatan koordinasi dan supervisi terhadap staf, sarana dan prasarana dalam mencapai tujuan organisasi.
            Manajer perawat yang efektif harus mampu memanfaatkan proses manajemen dalam mencapai sutu tujuan melalui usaha orang lain. Bila ia memimpin anggota staf, maka manajer harus bertindak secara terencana dan efektif serta mampu menjalankan perkerjaan bersama dengan para perawat dari beberapa level hirarki serta didasarkan pada informasi penuh dan akurat tentang apa yang perlu dan harus diselesaikan, dengan cara dan alasan apa, tujuan dan sumberdaya apa yang tersedia untuk melaksanakan rencana itu.

  1. Saran
            Dengan mempelajari manajemen dalam keperawatan, pembaca dapat menggunakan dan mengaplikasikan teori yang sudah didapatkan dalam menjalankan sebuah proses disutau organisasi, kelompok, maupun dalam diri sendiri. Pembaca bisa menjadi pemimpin dalam semua ruang lingkup kehidupan terutaman dalam bidang keperawatan.


 
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam. 2002. Manajemen keperawaatan aplikasi dalam praktik keperawatan professional.
            Jakarta : Salemba Medika
   Nursalam. 2008. Manajemen keperawaatan aplikasi dalam praktik keperawatan professionaledisi 2. Jakarta : Salemba Medika
   Swanburg, R. C. (2000). Pengantar Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan untuk                              PerawatKlinis. Jakarta : EGC.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar